Maraknya pengklaiman malaysia terhadap budaya kita membuat rakyat Indonesia gerah kepada malaysia,Mulai dari batik,reog,rendang,hingga lagu rasa sayange.hal ini pun membuat hubungan antara kedua negara sedikit meregang(kayak pacaran saja)
Masyarakat indonesia dengan gencar mengecam dan merasa marah pada rakyat malaysia yang secara terang-terangan mengklaim budaya asli milik kita.demo besar besaran diadakan dimana-mana.semangat cinta dalam negeri meningkat tajam di seluruh pelosok negeri.
di sisi lain apakah kita tak pernah berpikir patutkah kita marah pada malaysia.kita sendiri yang marah pada malaysia apakah tahu dan paham budaya yang diklaim oleh mereka.apakah jita tahu sejarah dari reog,apa kita tahu makna dari bumbu -bumbu rendang itu?
Para pemuda cenderung mencintai budaya negeri lain yang tak selalu membawa dampak positif bagi kita.free sex,dugem, merupakan kegiatan yang paling disenangi pemuda kita saat ini.film tentang cinta menjadi tontonan wajib bagi pemuda bangsa kita.
sayangnya ketika ada segelintir pemuda yang mencoba mempelajari budaya kita sendiri,teman temannya malah menjerumuskan mereka pada hal yang buruk.banyak alasan untuk membuat mereka berhenti mencintai negara kita sendiri.mulai dari gak gaul sampai ndeso en katrok banget jadi alasan yang dipakai mereka.
namun saat ini mereka tidak sadar apa yag mereka perebutkan,kita ini sebenarnya masih punya itu semua,hanya saja tak dimanfaatkan dengan baik,dan ketika dimanfaatkan dengan baik oleh orang lain kita tidak terima.
mungkin jika saya ibaratkan kita tak ubahnya anak kecil dengan banyak mainan,kita tak sadar betapa banyak mainan kita sehingga terlupakan.dan ketika salah satu mainan kita diambil anak lain,kita marah-marah memperebutkan mainan itu walauun nantinya mainan itu tak dimainkan lagi.
So,daripada kita cuma berteriak tanpa mereaka dengar,kenapa tidak kita tunjukkan kalau kita mencintai budaya kita sendiri,tunjukkan kita bisa melestarikan budaya kita.cintai tak cuma di mulut saja.tapi dengan perbuatan nyata yang membuat dunia ternganga pada kita betapa melimpahnya dan indahnya kebudayaan kita.
Selasa, 27 April 2010
Budaya Indonesia Di Mata Dunia
Indonesia merupakan Negara yang memiliki kekayaan budaya. keanekaragaman budaya inilah yang membuat Indonesia menjadi salahsatu Negara yang cukup diperhitungkan dimata dunia, banyaknya keunikan kebudayaan Indonesia menarik minat masyarakat dunia untuk mengenalnya bahkan mempelajarinya lebih dalam lagi.
Sebenarnya eksistensi kebudayaan Indonesia di Dunia intrenasional,
Sudah dikenal sejak lama.dalam tulisan ini saya akan mengangkat beberapa fakta dari kebudayaan Indonesia yang berhasil menarik perhatian dunia internasional.
Salah satunya adalah Alat musik Angklung.
Alat musik tradisioanl ini berasal dari Jawa Barat,
yang terkadang diremehkan dan hanya dianggap alat musik tradisional biasa yang tidak modern menurut beberapa masyarakat kita terutama kaula muda.
Namun sebenarnya Angklung sudah enjadi primadona dibeberapa Negara dibelahan dunia, dimulai dari seorang musisi yang berasal dari Jawa barat bernama “ Daeng Sutisna “ yang membuat komposisi beraneka ragam jenis musik dengan mengunakan angklung. Lalu dilanjutkan oleh Udjo Ngalagena yang membuka sebuah pusat kebudayaan di jawa barat yang bernama “ saung angklung udjo” . Di pusat kebudayaan ini musik angklung berkembang pesat, tidak hanya lagu – lagu tradisional saja yang bisa dibawakan dengan menguunakan angklung, tetapi juga beragam jenis musik lainnya, seperti rock, jazz, pop, country, dan banyak jenis musik lainnya. Dari perkembangan yang pesat ini dan keindahan melodi yangdipadu dengan tarian - tarian indah asli Indonesia ini banyak menarik minat wisatawan asing yang datang untuk melihat pertunjukan angklung ditempat ini. Jadi tidak heran bila kalian berkunjung kesana maka sang master of ceremony akan membawakan acara dengan 3 Bahasa, seperti Bahasa jerman, Bahasa inggris, ataupun Bahasa Jepang, lagu – lagu yang dibawakan pun tidak hanya lagu – lagu nasinal dan daerah di Indonesia tetapi juga lagu – lagu dari belahan dunia lain.
Antusiasme wisatawan asing yang datang ketempat ini sangat membantu berkembangnya kebudayaan angklung didunia internasinal, saat ini terhitung sudah ratusan kali Saung angklung Udjo mengadakan pementasan di luar negeri seperti di Australia, Belanda, Amerika Serikat , dan banyak negara lainnya, juga tidak hanya angklung yang dipentaskan di Negara – Negara tersebut tetapi juga berbagai tari tradisonal bahkan permainan permainan tradisonal dari Indonesia.
Menakjubkan, pementasan tersebut mendapatkan apresiasi yang tinggi dari masyarakat disana, tidak jarang Saung angklung udjo mendapatkan undangan khusus langsung dari kedutan besar Negara – Negara sahabat untuk melakukan pementasan di negaranya. Bahkan saat ini banyak mahasiswa seni dari Perancis dan Amerika yang sengaja datang ke Indonesia untuk mempelajari budaya Indonesia lebih dalam lagi, bahkan dari acara pertukaran pelajaran banyak siswa – siswi dari berbagai Negara sahabat yang berminat tinggi untuk datang dan belajar langsung kebudayaan Indonesia di Indonesia, tidak hanya angklung, tetapi juga tari – tarian tradisional, kerajinan tangan seperti, pendikar, dan batik, dan masih banyak kebudayaan lainnya.
Angklung hanyalah salah satu kebudayaan Indonesia yang berhasil mengangkat martabat bangsa dimata internasional, masih banyak kebudayaan lain yang mengharumkan nama bangsa dikancah dunia. Salah satu cerita inspiratif dari seorang teman, ketika dia berkunjung ke Jepang, dia ditawari untuk menyanyi disalah satu café disana, dan saat itu dia meng-aransemen ulang sebuah lagu bernunsa dangdut menjadi nuansa jazz, karenaa dia mengira masyarakat disanav( jepang ) tidak mengenal musik dangdut, tetapi setelah dia selesai menyanyikan lagu tersebut, beberapa orang disana menghampirinya dan mengatakan bahwa lagu yang tadi dinyanyikan sebenarnya bernuansa dangdut bukan jazz, lalu mereka meminta teman saya itu untuk menyanyikan lagu itu dalam versi aslinya. Dari cerita tersebut kalian tentunya bangga dengan budaya Indonesia yang berhasil mendapatkan tempat dihati masyrakat dari Negara lain, yang bahkan di Indonesia sendiri musik dangdut tidak begitu mendapat sambutan dari kalangan muda.
Salah satu pengalamn berharga saya adalah saat saya menjadi part time Guide di Monumen Nasional (MOnas) saat itu saya menemani seorang wisatawan dari Thailand untuk berkeliling dan menjelaskan sejarah dibangunnya Monumen nasional tersebut, saat itu saya bertukar cerita dengan beliau, dan ternyata dia cukup banyak mengetahui tentang kebudayaan indonesia, dan yang lebih mengagumkan dia dapat menyanyikan salahsatu lagu daerah Indonesia yang berjudul " Suwe Ora Jamu " walaupun dia tidak bisa berbahasa indonesia tetapi dengan logat Thailandnya yang khas dengan lancar dia dapat menyanyikan lagu tersebut sampai selesai.saya jadi merasa malu, karena sebagai orang asli indonesia saya sendiri tidak hapal lagu tersebut, kejadian itu merupakan pelajaran berharga bagi saya, bahwa betapa pentinggnya untuk mencintai budaya sendiri.
bila sedikit melihat kebelakang.Beberapa waktu lalu Indonesia sempat dibuat gerah dengan ulah oknum - oknum dari negara tetangga yang mengklaim beberapa kebudayaan kita sebagai milik mereka, seharusnya kejadian itu membuka mata kita bahwa selama ini kita hanya sibuk memikirkan bagaimana untuk bisa mengikuti perkembangan zaman diera globalisasi ini, tetapi kita tidak memikirkan bagaimana mengembangkan kebudayaan kita yang sangat kaya ini agar bisa menembus percaturan dunia dan bila negara lain saja mau mempelajari bahkan mengembangkan kebudayaan kita dinegaranya, itu membuktikan bahwa eksistensi kebudayaan Indonesia di kancah internasional sangatlah tinggi. Beberapa waktu lalu,Indonesia juga kedatangan banyak mahasiswa seni dari swiss yang datang keindonesia untuk mendalami seni membatik. Sekali lagi ini membuktikan bahwa kebudayaan Indonesia mendapatkan tempat khusus dihati masyarakat dunia.
Eksistensi Budaya Indonesia di kancah Dunia kembali dikukuhkan dengan disyahkannya Batik sebagai warisan Budaya Indonesia oleh UNESCO pada tanggal 2 Oktober 2009 lalu di Abu Dhabi. sebgai masyarakat indonesia dengan pengesahan ini tentunya menjadi tanggung jawab kita untuk mengembangkan kebudayaan kita. maka mulia saat ini sebelum kita marah - marah karena budaya kita yang diklaim oleh negara lain, maka belajrlah untuk mencintai budaya kita sendiri.
karena dengan kekayaan budaya kita, kita pasti mampu mengangkat derajat dan martabat bangsa dimata dunia, dan dengan program pemerintah VISIT INDONESIA YEAR 2010 , Indonesia siap bersaing di percaturan dunia.
jika bukan kita yang menjaga budaya kita, lalu siapa lagi ??
jagan sampai kita sadar kita kehilangan budaya yang berharga tersebut setalah budaya itu sudah dimiliki oleh orang lain.
Sebenarnya eksistensi kebudayaan Indonesia di Dunia intrenasional,
Sudah dikenal sejak lama.dalam tulisan ini saya akan mengangkat beberapa fakta dari kebudayaan Indonesia yang berhasil menarik perhatian dunia internasional.
Salah satunya adalah Alat musik Angklung.
Alat musik tradisioanl ini berasal dari Jawa Barat,
yang terkadang diremehkan dan hanya dianggap alat musik tradisional biasa yang tidak modern menurut beberapa masyarakat kita terutama kaula muda.
Namun sebenarnya Angklung sudah enjadi primadona dibeberapa Negara dibelahan dunia, dimulai dari seorang musisi yang berasal dari Jawa barat bernama “ Daeng Sutisna “ yang membuat komposisi beraneka ragam jenis musik dengan mengunakan angklung. Lalu dilanjutkan oleh Udjo Ngalagena yang membuka sebuah pusat kebudayaan di jawa barat yang bernama “ saung angklung udjo” . Di pusat kebudayaan ini musik angklung berkembang pesat, tidak hanya lagu – lagu tradisional saja yang bisa dibawakan dengan menguunakan angklung, tetapi juga beragam jenis musik lainnya, seperti rock, jazz, pop, country, dan banyak jenis musik lainnya. Dari perkembangan yang pesat ini dan keindahan melodi yangdipadu dengan tarian - tarian indah asli Indonesia ini banyak menarik minat wisatawan asing yang datang untuk melihat pertunjukan angklung ditempat ini. Jadi tidak heran bila kalian berkunjung kesana maka sang master of ceremony akan membawakan acara dengan 3 Bahasa, seperti Bahasa jerman, Bahasa inggris, ataupun Bahasa Jepang, lagu – lagu yang dibawakan pun tidak hanya lagu – lagu nasinal dan daerah di Indonesia tetapi juga lagu – lagu dari belahan dunia lain.
Antusiasme wisatawan asing yang datang ketempat ini sangat membantu berkembangnya kebudayaan angklung didunia internasinal, saat ini terhitung sudah ratusan kali Saung angklung Udjo mengadakan pementasan di luar negeri seperti di Australia, Belanda, Amerika Serikat , dan banyak negara lainnya, juga tidak hanya angklung yang dipentaskan di Negara – Negara tersebut tetapi juga berbagai tari tradisonal bahkan permainan permainan tradisonal dari Indonesia.
Menakjubkan, pementasan tersebut mendapatkan apresiasi yang tinggi dari masyarakat disana, tidak jarang Saung angklung udjo mendapatkan undangan khusus langsung dari kedutan besar Negara – Negara sahabat untuk melakukan pementasan di negaranya. Bahkan saat ini banyak mahasiswa seni dari Perancis dan Amerika yang sengaja datang ke Indonesia untuk mempelajari budaya Indonesia lebih dalam lagi, bahkan dari acara pertukaran pelajaran banyak siswa – siswi dari berbagai Negara sahabat yang berminat tinggi untuk datang dan belajar langsung kebudayaan Indonesia di Indonesia, tidak hanya angklung, tetapi juga tari – tarian tradisional, kerajinan tangan seperti, pendikar, dan batik, dan masih banyak kebudayaan lainnya.
Angklung hanyalah salah satu kebudayaan Indonesia yang berhasil mengangkat martabat bangsa dimata internasional, masih banyak kebudayaan lain yang mengharumkan nama bangsa dikancah dunia. Salah satu cerita inspiratif dari seorang teman, ketika dia berkunjung ke Jepang, dia ditawari untuk menyanyi disalah satu café disana, dan saat itu dia meng-aransemen ulang sebuah lagu bernunsa dangdut menjadi nuansa jazz, karenaa dia mengira masyarakat disanav( jepang ) tidak mengenal musik dangdut, tetapi setelah dia selesai menyanyikan lagu tersebut, beberapa orang disana menghampirinya dan mengatakan bahwa lagu yang tadi dinyanyikan sebenarnya bernuansa dangdut bukan jazz, lalu mereka meminta teman saya itu untuk menyanyikan lagu itu dalam versi aslinya. Dari cerita tersebut kalian tentunya bangga dengan budaya Indonesia yang berhasil mendapatkan tempat dihati masyrakat dari Negara lain, yang bahkan di Indonesia sendiri musik dangdut tidak begitu mendapat sambutan dari kalangan muda.
Salah satu pengalamn berharga saya adalah saat saya menjadi part time Guide di Monumen Nasional (MOnas) saat itu saya menemani seorang wisatawan dari Thailand untuk berkeliling dan menjelaskan sejarah dibangunnya Monumen nasional tersebut, saat itu saya bertukar cerita dengan beliau, dan ternyata dia cukup banyak mengetahui tentang kebudayaan indonesia, dan yang lebih mengagumkan dia dapat menyanyikan salahsatu lagu daerah Indonesia yang berjudul " Suwe Ora Jamu " walaupun dia tidak bisa berbahasa indonesia tetapi dengan logat Thailandnya yang khas dengan lancar dia dapat menyanyikan lagu tersebut sampai selesai.saya jadi merasa malu, karena sebagai orang asli indonesia saya sendiri tidak hapal lagu tersebut, kejadian itu merupakan pelajaran berharga bagi saya, bahwa betapa pentinggnya untuk mencintai budaya sendiri.
bila sedikit melihat kebelakang.Beberapa waktu lalu Indonesia sempat dibuat gerah dengan ulah oknum - oknum dari negara tetangga yang mengklaim beberapa kebudayaan kita sebagai milik mereka, seharusnya kejadian itu membuka mata kita bahwa selama ini kita hanya sibuk memikirkan bagaimana untuk bisa mengikuti perkembangan zaman diera globalisasi ini, tetapi kita tidak memikirkan bagaimana mengembangkan kebudayaan kita yang sangat kaya ini agar bisa menembus percaturan dunia dan bila negara lain saja mau mempelajari bahkan mengembangkan kebudayaan kita dinegaranya, itu membuktikan bahwa eksistensi kebudayaan Indonesia di kancah internasional sangatlah tinggi. Beberapa waktu lalu,Indonesia juga kedatangan banyak mahasiswa seni dari swiss yang datang keindonesia untuk mendalami seni membatik. Sekali lagi ini membuktikan bahwa kebudayaan Indonesia mendapatkan tempat khusus dihati masyarakat dunia.
Eksistensi Budaya Indonesia di kancah Dunia kembali dikukuhkan dengan disyahkannya Batik sebagai warisan Budaya Indonesia oleh UNESCO pada tanggal 2 Oktober 2009 lalu di Abu Dhabi. sebgai masyarakat indonesia dengan pengesahan ini tentunya menjadi tanggung jawab kita untuk mengembangkan kebudayaan kita. maka mulia saat ini sebelum kita marah - marah karena budaya kita yang diklaim oleh negara lain, maka belajrlah untuk mencintai budaya kita sendiri.
karena dengan kekayaan budaya kita, kita pasti mampu mengangkat derajat dan martabat bangsa dimata dunia, dan dengan program pemerintah VISIT INDONESIA YEAR 2010 , Indonesia siap bersaing di percaturan dunia.
jika bukan kita yang menjaga budaya kita, lalu siapa lagi ??
jagan sampai kita sadar kita kehilangan budaya yang berharga tersebut setalah budaya itu sudah dimiliki oleh orang lain.
Banyak Kebuayaan Indonesia Yang Hilang
Kemampuan kita menguasai teknologi di bawah ngara-negara jiran ini. Ternyata mereka lebih dahulu bisa memanfaatkan akulturasi dan transisi budaya industri secara efektif sudah hampir merata dalam kehidupan. (James F Sundah)
Pada zaman "edan" ini warisan kekayaan budaya bukan saja menghilang, tetapi ada yang pelan-pelan telah berpindah menjadi milik bangsa lain sehingga hal ini sangat menyakitkan. James F Sundah Ketua Bidang Apresiasi Seni Budaya Nasional dan Pengembangan Teknologi Informasi PAPPRI (Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu dan Penata Musik Rekaman Indonesia) mengatakan hal itu dalam dialog seni tradisi Solo Internasional Ethnic Music (SIEM) 1-5 September 2007, di Solo, Jateng, Rabu.
Dalam dialog yang berjudul Persimpangan di Zaman Edan, ia menggarisbawahi lepasnya pulau Sipadan Ligitan yang sekarang menjadi wilayah Malaysia dan bertambah luasnya wilayah Singapura gara-gara ekspor pasir dari Indonesia yang sekaligus melenyapkan pulau-pulau milik Indonesia. "Kemampuan kita menguasai teknologi di bawah negara-negara jiran ini. Ternyata mereka lebih dahulu bisa memanfaatkan akulturasi dan transisi budaya industri secara efektif sudah hampir merata dalam kehidupan, katanya sebagaimana dikutip Antara.
Negara-negara tetangga bukan hanya merebut wilayah fisik tapi juga sudah merambah ke beberapa kekayaan budaya dan kesenian lokal Indonesia. Ia mencontohkan pentas I La Galigo, kekayaan traditional etnik Bugis, Batik dari Jawa, angklung bambu Sunda, Kolontang Minahasa, Kesenian Dayak dan masih banyak lagi warisan budaya yang mulai terganggu kepemilikannya. "Saat ini dalam perang digital semua kekayaan warisan leluhur kita telah menjadi rancu siapa pemiliknya. Dalam waktu tidak lama lagi mungkin akan berpindah menjadi milik mereka," katanya.
Dalam ajang kompetisi global yang mengandalkan dunia teknologi informatika, katanya, Indonesia memang jauh tertinggal. Ironisnya semua fakta-fakta ini tidak banyak disadari oleh para petinggi dan penentu kebijakan di negeri ini karena ada beberapa faktor penyebabnya. Ia mengatakan, semua itu kemungkinan disebabkan selain sibuk mengejar kekuasaan politik juga keterbatasan anggaran pembangunan menyebabkan lemahnya perlindungan dan pelestarian warisan budaya.
Pada zaman "edan" ini warisan kekayaan budaya bukan saja menghilang, tetapi ada yang pelan-pelan telah berpindah menjadi milik bangsa lain sehingga hal ini sangat menyakitkan. James F Sundah Ketua Bidang Apresiasi Seni Budaya Nasional dan Pengembangan Teknologi Informasi PAPPRI (Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu dan Penata Musik Rekaman Indonesia) mengatakan hal itu dalam dialog seni tradisi Solo Internasional Ethnic Music (SIEM) 1-5 September 2007, di Solo, Jateng, Rabu.
Dalam dialog yang berjudul Persimpangan di Zaman Edan, ia menggarisbawahi lepasnya pulau Sipadan Ligitan yang sekarang menjadi wilayah Malaysia dan bertambah luasnya wilayah Singapura gara-gara ekspor pasir dari Indonesia yang sekaligus melenyapkan pulau-pulau milik Indonesia. "Kemampuan kita menguasai teknologi di bawah negara-negara jiran ini. Ternyata mereka lebih dahulu bisa memanfaatkan akulturasi dan transisi budaya industri secara efektif sudah hampir merata dalam kehidupan, katanya sebagaimana dikutip Antara.
Negara-negara tetangga bukan hanya merebut wilayah fisik tapi juga sudah merambah ke beberapa kekayaan budaya dan kesenian lokal Indonesia. Ia mencontohkan pentas I La Galigo, kekayaan traditional etnik Bugis, Batik dari Jawa, angklung bambu Sunda, Kolontang Minahasa, Kesenian Dayak dan masih banyak lagi warisan budaya yang mulai terganggu kepemilikannya. "Saat ini dalam perang digital semua kekayaan warisan leluhur kita telah menjadi rancu siapa pemiliknya. Dalam waktu tidak lama lagi mungkin akan berpindah menjadi milik mereka," katanya.
Dalam ajang kompetisi global yang mengandalkan dunia teknologi informatika, katanya, Indonesia memang jauh tertinggal. Ironisnya semua fakta-fakta ini tidak banyak disadari oleh para petinggi dan penentu kebijakan di negeri ini karena ada beberapa faktor penyebabnya. Ia mengatakan, semua itu kemungkinan disebabkan selain sibuk mengejar kekuasaan politik juga keterbatasan anggaran pembangunan menyebabkan lemahnya perlindungan dan pelestarian warisan budaya.
FUNGSI BAHASA DAN KEDUDUKAN BAHASA INDONESIA
Sejarah bahasa Indonesia;
Bahasa indonesia adalah dialek kaku dari bahasa Melayu Klasik dan bahasa Melayu Kuno. Secara sosiologis, bolehlah kita katakan bahwa bahasa Indonesia baru dianggap “lahir” atau diterima keberadaannya pada tanggal 28 Oktober 1928 atas usulan Mohammad Yamin. Secara yuridis, baru tanggal 18 Agustus 1945 bahasa Indonesia secara resmi diakui keberadaannya.tepatnya pada saat hari Kemerdekaan
Bahasa Indonesia menggunakan dua jenis kata ganti orang pertama jamak, yaitu “kami” dan “kita”. “Kami” adalah kata ganti eksklusif yang berarti tidak termasuk sang lawan bicara, sedangkan “kita” adalah kata ganti inklusif yang berarti kelompok orang yang disebut termasuk lawan bicaranya.
Susunan kata dasar adalah Subjek – Predikat – Objek-Keterangan (SPOK), walaupun susunan kata lain juga mungkin. Kata kerja tidak di bahasa berinfleksikan kepada orang atau jumlah subjek dan objek. Bahasa Indonesia juga tidak mengenal kala/waktu (tense). Waktu dinyatakan dengan menambahkan kata keterangan waktu (seperti, “kemarin” atau “besok”), atau indikator lain seperti “sudah” atau “belum”.Dan Bahasa Indonesia di atur dalam UUD 1945 pada pasal 36 yaitu “Bahasa Negara ialah Bahasa Indonesia”.
Berdasarkan fungsinya bahasa Indonesia dibagi menjadi 5 fungsi;
1. Ekspresif
Contohnya;mampu menggungkapkan gambaran,maksud ,gagasan, dan perasaan.
2. Komunikasi
Contohnya; sebagai alat berinteraksi atau hubungan antara dua manusia dan sehingga pesan yang dikmaksudkan dapat dimengerti.
3. Kontrol sosial
contohnya; tulisan “dilarang merokok” bahasa tersebut berfungsi sebagai pengatur atau pengontrol
4. Adaptasi
Contohnya;bila kita berada di wilayah atau daerah yang asing atau diluar ibu kota, kita dapat menggunakan bahasa Indonesia tersebut sebagai alat untuk adaptasi dengan lingkungan baru tersebut.
5. Integrasi/pemersatu
Contohnya;bahasa-bahasa yang berbeda atau beraneka ragam dan dipersatukan oleh bahasa Nasional yang dapat dipakai di seluruh Indonesia yang menjadi satu kesatuan yang utuh dan bulat.
Kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa Nasional di ikrarkan pada 28 oktober 1928 yaitu hari “Sumpah Pemuda” yang memilki fungsi-fungsi sebagai;
1. Lambang identitas Nasional.
2. Lambang kebanggaan kebangsaan.
3. Bahasa indonesia sebagai alat komunikasi.
4. Alat pemersatu bangsa yang berbeda Suku,Agama,ras,adat istiadat dan Budaya.
Hasil perumusan seminar polotik bahasa Nasional yang diselenggarakan di jakarta pada tangal 25 s.d. 28 Februari 1975 dikemukakan berdasarkan Kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara adalah;
1. Sebagai bahasa resmi kenegaraan.
2. Sebagai alat pengantar dalam dunia pendidikan.
3. Sebagai penghubung pada tingkat Nasional untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan serta pemerintah, dan
4. Sebagai pengembangan kebudayaan Nasional, Ilmu dan Teknologi.
Bahasa indonesia adalah dialek kaku dari bahasa Melayu Klasik dan bahasa Melayu Kuno. Secara sosiologis, bolehlah kita katakan bahwa bahasa Indonesia baru dianggap “lahir” atau diterima keberadaannya pada tanggal 28 Oktober 1928 atas usulan Mohammad Yamin. Secara yuridis, baru tanggal 18 Agustus 1945 bahasa Indonesia secara resmi diakui keberadaannya.tepatnya pada saat hari Kemerdekaan
Bahasa Indonesia menggunakan dua jenis kata ganti orang pertama jamak, yaitu “kami” dan “kita”. “Kami” adalah kata ganti eksklusif yang berarti tidak termasuk sang lawan bicara, sedangkan “kita” adalah kata ganti inklusif yang berarti kelompok orang yang disebut termasuk lawan bicaranya.
Susunan kata dasar adalah Subjek – Predikat – Objek-Keterangan (SPOK), walaupun susunan kata lain juga mungkin. Kata kerja tidak di bahasa berinfleksikan kepada orang atau jumlah subjek dan objek. Bahasa Indonesia juga tidak mengenal kala/waktu (tense). Waktu dinyatakan dengan menambahkan kata keterangan waktu (seperti, “kemarin” atau “besok”), atau indikator lain seperti “sudah” atau “belum”.Dan Bahasa Indonesia di atur dalam UUD 1945 pada pasal 36 yaitu “Bahasa Negara ialah Bahasa Indonesia”.
Berdasarkan fungsinya bahasa Indonesia dibagi menjadi 5 fungsi;
1. Ekspresif
Contohnya;mampu menggungkapkan gambaran,maksud ,gagasan, dan perasaan.
2. Komunikasi
Contohnya; sebagai alat berinteraksi atau hubungan antara dua manusia dan sehingga pesan yang dikmaksudkan dapat dimengerti.
3. Kontrol sosial
contohnya; tulisan “dilarang merokok” bahasa tersebut berfungsi sebagai pengatur atau pengontrol
4. Adaptasi
Contohnya;bila kita berada di wilayah atau daerah yang asing atau diluar ibu kota, kita dapat menggunakan bahasa Indonesia tersebut sebagai alat untuk adaptasi dengan lingkungan baru tersebut.
5. Integrasi/pemersatu
Contohnya;bahasa-bahasa yang berbeda atau beraneka ragam dan dipersatukan oleh bahasa Nasional yang dapat dipakai di seluruh Indonesia yang menjadi satu kesatuan yang utuh dan bulat.
Kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa Nasional di ikrarkan pada 28 oktober 1928 yaitu hari “Sumpah Pemuda” yang memilki fungsi-fungsi sebagai;
1. Lambang identitas Nasional.
2. Lambang kebanggaan kebangsaan.
3. Bahasa indonesia sebagai alat komunikasi.
4. Alat pemersatu bangsa yang berbeda Suku,Agama,ras,adat istiadat dan Budaya.
Hasil perumusan seminar polotik bahasa Nasional yang diselenggarakan di jakarta pada tangal 25 s.d. 28 Februari 1975 dikemukakan berdasarkan Kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara adalah;
1. Sebagai bahasa resmi kenegaraan.
2. Sebagai alat pengantar dalam dunia pendidikan.
3. Sebagai penghubung pada tingkat Nasional untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan serta pemerintah, dan
4. Sebagai pengembangan kebudayaan Nasional, Ilmu dan Teknologi.
